Menjelang 21 April
Delapan belas april kemarin, saya, Adjaj dan Desy, mengikuti sebuah acara lomba menulis blog dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April. Lomba yang dimulai pukul 15.00 membuat saya menyempatkan diri untuk datang ke acara Training Microsoft Office 2007 di Bee Mall pukul 10.00 10.30.
Training yang bertempat di Microsoft booth lantai 2 Bee Mall, cukup menarik perhatian pengunjung. Karena pada satu sisi ruangan, hanya menggunakan kaca tembus pandang. Layaknya training dalam akuarium tanpa air.
Dengan durasi 2 jam lebih, kami dihidangkan beragam tips dan fitur mengenai Ms.Office 2007 yang diantaranya Ms.Word, Ms.Power Point dan Ms.Excel. Dari training ini, selain mendapatkan ilmu, kami juga mendapatkan sebuah cd Internet Explorer 8 dan sertifikat (menyusul).
Beranjak dari Bee Mall, kami menuju ke BEC untuk mengikuti lomba menulis blog. Saya dan Desy yang mendaftarkan diri menjadi anggota mendapatkan sebuah T-Shirt BlogDetik dan beberapa voucher. Walau lomba tak berjalan mulus, tapi lumayan deh dapet tambahan koleksi kaos hitam.
Sementara saya dan Desy sibuk dengan blog, Adjaj asik hunting monitor LCD. Sudah sakit mata katanya kalau liat CRT.

kaos detik
Sepanjang lomba, koneksi internet yang disponsori oleh Speedy mengalami nyambung putus. Kenapa saya bilang begitu? karena koneksi internet pada laptop yang saya gunakan mengalami putus saat lomba dimulai. Tragis. Memang bukan saya saja yang disconnect, ada beberapa peserta lain yang juga senasib. Akhirnya, dengan memanfaatkan koneksi laptop Desy, saya mencoba mempublish 4 buah dari 7 blog yang sudah saya tulis secara offline.
Dan inilah blog saya di BlogDetik : duapuluhsatuapril
Ohyah.. bicara tentang R.A Kartini pastilah erat kaitannya dengan emansipasi perempuan. Sekarang, semua perempuan punya hak untuk mencicipi bangku sekolah setinggi-tingginya. Tidak ada aturan adat maupun hukum negara yang melarang. Ditambah lagi dengan berita gembira di Indonesia, sekarang SD hingga SMP tidak dipungut biaya. Jadi tidak ada lagi halangan untuk si kaya maupun si miskin, laki-laki maupun perempuan untuk dapat bersekolah.
Sekarang tahun 2009, apakah emansipasi yang Kartini gaungkan dulu sudah tercapai?
Perempuan memiliki kodrat yang tidak dapat dipungkiri. Apa itu kodrat? Setelah saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, Kodrat adalah
- kekuasaan (Tuhan): manusia tidak akan mampu menentang — atas dirinya sbg makhluk hidup;
- hukum (alam): benih itu tumbuh menurut — nya;
- sifat asli; sifat bawaan: kita harus bersikap dan bertindak sesuai dng — kita masing-masing; — alam hukum alam; — ilahi kekuasaan Allah (Tuhan)
Dan dari beberapa bacaan yang pernah saya baca, kodrat perempuan itu ada 3 yaitu menstruasi, mengandung, dan menyusui. Sesuai dengan arti kodrat pada KBBI online, kodrat itu adalah hukum alam. Tidak ada perempuan mana pun yang dapat mengelak dari menstruasi, mengandung dan menyusui kecuali karena kekuasaan Tuhan yang mengubahnya.
Kalau begitu, kodrat perempuan adalah bukan memasak, membersihkan rumah, mencuci dan mengurus anak. Hal itu sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Bukan hanya perempuan. Dan mencari nafkah, bekerja hingga menjadi presiden bukanlah HANYA tugas laki-laki. Kalau perempuan mampu mencari nafkah dan menjadi presiden sekalipun, kenapa tidak? Sekarang bukan lagi saatnya dimana perempuan berlindung di bawah ketiak laki-laki. Lagian siapa yang mau diem di bawah ketiak laki-laki? bau asem.
Tapi, adalah sifat asli perempuan yang lembut dan berperasaan halus. Saya ingat bait kalimat begini, perempuan itu terbuat dari tulang rusuk laki-laki. Bukan dari kepalanya, yang dapat mengatur laki-laki. Bukan dari kakinya, yang dapat diinjak-injak. Tapi, dari tulang rusuk laki-laki yang ada dalam dada dan dekat dengan hati karena untuk dilindungi dan dicintai..
Ada lagi cerita waktu saya berkunjung ke rumah salahsatu warga tempat saya KKN, kebetulan ibu pemilik rumah baru melahirkan. Saya dan beberapa rekan berbincang dengan ibu tersebut, tentang ngeceng, pacaran hingga pernikahan. Ada kata-katanya yang saya ingat, bahwa kalau laki-laki mampu membayar orang untuk melakukan pekerjaan rumah, sebaiknya pekerjaan rumah itu dilakukan oleh orang lain saja. Istri itu seharusnya dibahagiakan oleh suami, bukan dipekerjakan.
Sekarang saatnya perempuan untuk bangkit. Berkarya dan mengasah ilmu sebaik-baiknya. Karena perempuan generasi Kartini adalah perempuan yang mandiri, cerdas dan kreatif.
Selamat Hari Kartini !!
Related posts:





selamat hari kartini..