Anggur diantara peng dan an

Siapa yang tidak tahu anggur??

Buah kecil bulat-bulat yang berkumpul di tiap kesatuannya. Warnanya ada yang hijau, merah maupun hitam. Rasanya manis asam menyegarkan dan sehat untuk tubuh. Banyak vitamin yang terkandung pada buah anggur ini. Dan saya salah satu penggemar buah anggur. Terutama anggur merah.. :D

Tapi ternyata ada lagi anggur yang lain.. anggur diantara peng dan an.

2009-10-03_004329

P.E.N.G.A.N.G.G.U.R.A.N.

Siapa yang tahu rasanya?? hehee..
Saya pernah merasakannya. Tidak enak. Disepelekan. Dari hari ke hari seperti sama saja. Tidak ada jadwal, deadline, tugas, teman2, atau pun dosen. bosan! -.- Orang tua pun mungkin kurang suka anak gadisnya sibuk ga jelas (walau tidak pernah terlontar dari mulut orang tua saya). Siapa sih yang mau menjadi pengangguran?? Tidak ada. Bahkan anak kecil pun tau. Buktinya belum pernah saya mendengar cita-cita mereka untuk menjadi pengangguran. Ya kan?! Ada yang pernah denger gitu? hmm…

Kalau kata Bu’e di salah satu adegan film Ketika Cinta Bertasbih, pengangguran itu seperti orang yang tidak ada harganya. Bahkan parahnya mungkin bisa menjadi bahan gunjingan orang-orang sekitar. heuheu..

Anak perempuan yang sudah satu bulan lebih beres sidang dan sudah dinyatakan lulus sebagai seorang sarjana komputer dengan yudisium sangat memuaskan (Walo belum di wisuda). Tp, belum jelas arahnya kemana. Belum terikat dengan sebuah instansi. Baik universitas (baca : kuliah) maupun instansi lainnya yang mempekerjakan saya untuk menjadi ‘kuli’ komputer.

Akhir-akhir ini saya mengkulikan diri sendiri dengan (sok) sibuk di rumah mengerjakan ini itu. Tp, kalau ada pertanyaan yang terlontar dari beberapa orang kerabat maupun kenalan yang menanyakan sekarang saya sibuk apa. Saya harus jawab apa? Sibuk kuliah? Uda bukan mahasiswa. Kantor juga ga punya. Trus apa? Kalo perempuan yang sudah menikah diam di rumah, lalu diberi pertanyaan yang sama pasti jawab ibu rumah tangga (pekerjaan yang sangat mulia bukan?!) Kalo saya? Mahasiswa bukan. Karyawan bukan. Ibu rumah tangga juga bukan. Berarti buah anggur diantara peng dan an donk?! hehe… (jleb!) senyum simpul.

Ini mungkin ya, salah satu masalah memasuki quarter life crisis. hiks.. :’(

Tidak mau menjadi anggur diantara peng dan an lama-lama, saya pun mengirimkan cv dan surat lamaran ke beberapa perusahaan IT lewat email. Tp, belum ada respon. Ada banyak lowongan CPNS pun terpaksa dilewati karena memang belum ada ijazah asli dari universitas. Selanjutnya, niat untuk melanjutkan program magister di salah satu institut pun terpaksa diurungkan karena alasan yg sama, belum ada ijazah. Kecewa? iya! Hmm.. Bulan Desember datengnya lama banget sih! Knapa juga wisuda di kampus jadi harus Desember?? heuu… saya terus ngedumel dan bersungut kesal gara-gara ijazah menutup kesempatan mengikuti tes CPNS maupun melanjutkan sekolah.

Berada pada keadaan harus menelan kekecawaan bulat-bulat, memutuskan pilihan hidup lalu tidak dihadapkan pada pilihan apapun membuat saya bingung harus melakukan apa. Ibu saya bilang, masalah sulit karena kita yang berpikir sulit.


..
.

Tadi malam, saya menyaksikan talkshow Kick Andy. Tamu yang dihadirkan adalah orang-orang dengan beragam keterbatasan. Tidak punya tangan dan kaki, tp tetap semangat bersekolah. Tidak bisa melihat, tapi tetap berjuang berdagang kerupuk. Sedangkan saya, sudah di desain dengan beragam kelengkapan fisik beserta hal lainnya yang sudah diamanahkan, tp hanya berkeluh kesah.

Lalu, apalah arti dari kepingan hidup yang sedang saya lewati ini?? terlalu kecil untuk saya permasalahkan. Sedangkan di Sumatera sana, para korban bencana alam juga mungkin banyak anak perempuan seusia saya, yang sedang mengalami ujian hidup yg pasti jauh lebih berat. Bukan hanya kehilangan kesempatan bersekolah atau melamar jadi CPNS tapi mungkin harus kehilangan rumah dan harta bendanya, kehilangan keluarga dan orang tuanya, atau mungkin kehilangan nyawanya? Lalu, apa saya pantas merasa kecewa dengan apa yang saya hadapi sekarang? terlalu kecil bukan?!

Astagfirullah.

Nikmat mana lagi yang kamu dustakan, Nhoe?

Share to:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • Live
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Diigo
  • MySpace
  • blogmarks
  • email
  • FriendFeed
  • RSS
  • Tumblr
Posted in Harian, Hati, Pelajaran Berharga by oktarianinurul at October 3rd, 2009.
Tags: , ,

7 Responses to “Anggur diantara peng dan an”

  1. fajargumelar says:

    belum dibaca semua..
    itu edit judulna.. huruf pertama pada anggur harusnya Anggur, pake huruf besar.
    lalu, ngga ada imbuhan peng – an.. adanya juga pe – an.. CMIIW..
    kalo dina basa sunda mah kena proses nasalisasi..

  2. fajargumelar says:

    Hmm.. sekarang udah dibaca..
    finishingna lumayan nyentil..
    mudahmudahan bisa nyentil penulis dan pembaca untuk selalu berusaha, berdoa, sabar dan ikhlas.

  3. Rodiyansyah says:

    haduh-haduh……
    saia sudah melewati hal semacam itu…. memang yang paling berat adalah ketika ditanya sama keluarga, temen dan semacamnya dengan pertanyaan seperti ini “Ayeuna sibuk naon A?”

    Namun saia bersyukur pertanyaan itu sudah bisa saia jawab dengan lantang…..

    Hey, itu kamu ikutin ajah irama kehidupan yang terkadang ngerock, mellow ato bahkah keroncong…. =)

  4. @adjaj
    Tadinya judulnya mau “Anggur diantara imbuhan peng dan an” tp, karna lupa ada imbuhan itu ato ngga.. jdnya kata “imbuhan” nya diilangin, biar ga nekenin kalo peng dan an itu imbuhan. Iyah.. mudah2n tulisan ini bisa ngingetin kita.. tq koreksinya! :)

    @ndiez
    Yup! Life is never flat. emg skrg uda bisa jawab apa gt ndiez?? deu uy.. :D

  5. rhama says:

    g enk rasanya jd pengangguran……

  6. Hayu lah kita isi borang2 itu kawan! wkwk…

  7. @rhama
    betul!

    @asep
    oh tidakk!! >.<

Leave a Reply