Sistem Homogen atau Sistem Heterogen?

Sistem homogen : menggunakan os dan sistem pendukungnya dari sebuah vendor saja dan sama secara keseluruhan.

Sistem heterogen : menggunakan os dan sistem pendukungnya dari vendor yang berbeda-beda.

Setelah membaca beberapa tulisan, maka saya dapat menilai bahwa jika sebuah perusahaan mengaplikasikan sistem homogen,

  1. Proses instalasinya lebih mudah. Karena sistem yang sama tentu proses instalasinya pun akan sama, sehingga untuk proses instalasi selanjutnya tidak perlu berpikir banyak karena polanya sudah ditemukan.
  2. Adaptasi karyawan terhadap sistem lebih cepat. Biasanya jika dalam sebuah lingkungan menggunakan sesuatu yang sama maka semangat dan respon terhadap sistem akan lebih besar.
  3. Biaya untuk internal training maupun biaya maintenance akan lebih murah dan mudah.
  4. Keamanan yang mudah diterobos. Jika sebagian sistem telah terkena virus A, maka secara mudah seluruh sistem akan terkena virus A tersebut.
  5. Perusahaan akan tergantung pada sebuah sebuah vendor yang dapat memberikan efek buruk pada perusahaan. Bukan hal tidak mungkin jika vendor akan meningkatkan harga produknya karena tahu perusahaan sangat membutuhkan dan tidak mungkin mencari ke vendor yang lain.

Jika perusahaan mengaplikasikan sistem heterogen,

  1. Keamanan akan lebih stabil, karena pihak jahat akan lebih sulit dalam menerobos kesatuan sistem yang terdiri dari beberapa vendor. Mungkin akan mudah pada sebuah bagian sistemnya, tapi belum tentu akan mampu masuk ke sistem yang dibangun dari vendor yang lain.
  2. Bisa jadi, teknologi IT-nya akan lebih maju dibandingkan perusahaan yang homogen.
  3. Divisi IT perusahaan tersebut akan lebih kesulitan mengelola sistem IT-nya karena harus belajar lebih banyak.
  4. Proses instalasi yang lebih rumit, karena tidak semua sistem yang berbeda saling support satu sama lain.
  5. Besarnya biaya training internal karyawan, karena harus memanggil trainer dari beberapa vendor.

Menurut saya, tidak ada yang lebih baik antara sistem heterogen atau sistem homogen.. karena, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mungkin dari segi keamanan, sistem yang heterogen memiliki keamanan yang lebih kuat daripada sistem yang homogen. Tapi, jika tingkat keheterogenan sebuah sistem itu tinggi, bukan tidak mungkin jika sistem dan teknologi informasi yang ada malah membuat rumit perusahaan itu sendiri. Jadi, cukuplah dengan mengaplikasikan 2 atau 3 vendor saja.. ;)

Referensi :

  1. http://www.daris4.info/2009/10/memilih-perangkat-homogen-atau.html – akses tanggal : 15 Februari 2010
  2. http://cherryfantastika.wordpress.com/2009/09/30/sistem-homogen-vs-sistem-heterogen/ – akses tanggal : 15 Februari 2010
Share to:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • Live
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Diigo
  • MySpace
  • blogmarks
  • email
  • FriendFeed
  • RSS
  • Tumblr
Posted in Opini by oktarianinurul at February 15th, 2010.

5 Responses to “Sistem Homogen atau Sistem Heterogen?”

  1. hmmm…. mantap neng…
    mungkin sistem homogen diterapkan jika sistem itu mengelola data yang relatif kecil misalkan (divisi suatu perusahaan)… hal ini bertujuan agar jika memerlukan internal training pun tidak teralu sulit…..

    nah, jika cakupan sistem tersebut mengelola data tingkat enterprise dari sebuah perusahaan maka lebih baik menggunakan sistem yang berbeda dari sistem yang dipasang ditingkat divisi… dan biasanya sistem pada tingkan enterprise itu dikelola oleh beberapa orang saja, sehingga jika memerlukan training sistem enterprise tersebut ya mereka aja yang mengurusinya…

    disamping itu dari segi keamanan memang lebih aman, karena orang (internal perusahaan) yang tidak berhak akan kesulitan ‘menjebol’ sistem enterprise tersebut karena mereka mempunyai sistem tersendiri…

    resikonya, ya sistem yang berbeda tersebut tetap harus bisa ‘minimal’ saling berkomunikasi….

  2. Tuing! says:

    Nambahin satu nih:
    Salah satu keuntungan sistem homogen itu kemudahan integrasi antara satu produk dengan produk lainnya misalnya antara Microsoft outlook sama Microsoft Exchange server. Terus antar produk adobe, hampir semuanya bisa terintegrasi dengan baik.

    Oh iya, bahkan Microsoft sekalipun yang memiliki sederetan produk untuk berbagai layer infrastruktur masih membutuhkan produk non-microsoft untuk operasionalnya (http://www.google.com/search?q=microsoft+using+linux)

  3. fajargumelar says:

    versi sayah nih.
    salah satu contoh sukses yang pake sistem homogen : microsoft
    salah dua contoh sukses yang pake sistem heterogen : google dan adobe

    nah.. berarti apapun sistemnya, itu semua tergantung dari sumber daya dan manajemen berikut dukungan finansialnya..

  4. wow! makasi tambahannya.. :)

  5. membingungkan q knpa gk faham ya????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
    ;

    jhseuirgoiaaggggggggggwe

Leave a Reply